Bau Badan? Benarkah Disebabkan Oleh Keringat Saja?

Standar

Bau Badan? Benarkah Disebabkan Oleh Keringat Saja?

Gambar

Si Ateng adik sepupu saya yang sedang puber itu akhir-akhir ini suka mengeluh tentang bau badannya yang tidak sedap, sebab hal tersebut sangat mengganggu aktifitasnya terutama ketika sedang berkumpul dengan orang-orang terdekat seperti teman, keluarga, apalagi gebetan barunya. Huft…hal ini tentu dapat menyebabkan turunnya rasa percaya diri dan hilangnya rasa nyaman saat berkumpul , Ia takut jikalau orang-orang di sekelilingnya menjauh karena mencium bau badannya yang tidak sedap itu.

Apa sih faktor-faktor penyebab bau badan tidak sedap??

Bau badan tidak sedap merupakan hal yang sangat ingin dihindari oleh setiap orang, sebab hal tersebut sering menganggu aktifitas kita. Namun banyak cara dapat kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut dan hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mencari tahu penyebabnya. Jangan cepat-cepat menuding jika bau badan tidak sedap tersebut disebabkan oleh keringat yang berlebihan saja.

Sebenarnya ada banyak faktor yang dapat menyebabkan bau badan, salah satunya adalah kurangnya menjaga kebersihan badan atau jarang mandi. Akan tetapi sebenarnya tidak hanya itu saja faktor yang menyebabkan bau badan, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan bau badan diantaranya adalah pola makan yang tidak bagus karena terdapat beberapa makanan yang dapat memicu timbulnya bau badan jikalau kita mengkonsumsinya, antara lain seperti bawang, makanan yang banyak mengandung kolin (telur, hati ikan, dan kacang-kacangan), alkohol, kafein, makanan pedas serta makanan yang berminyak.

Penyakit yang diderita seseorang juga bisa menyebabkan bau badan yang tidak sedap. Misalnya saja hepatitis, diabetes, maag dan beberapa penyakit lainnya, hal ini dikarenakan reaksi yang terjadi dalam tubuh ketika kita menderita suatu penyakit juga dapat menyebabkan bau badan. Kemudian perubahan hormon, stres emosional dan faktor genetik juga dapat menyebabkan bau badan. Selain itu, sebenarnya bau badan juga disebabkan oleh bakteri di bawah kulit yang bercampur dengan keringat.

Bagaimana bakteri tersebut menyebabkan keringat berbau tidak sedap??

Sedikit penjelasan mengenai bakteri pada kulit, Penelitian tentang bakteri kulit pernah dikembangkan oleh Julia Segre dari the National Human Genome Research Institute in Bethesda, Maryland. Sampel jenis bakteri yang dominan terdapat pada kulit manusia kebanyakan berasal dari satu genus yaitu Staphylococcus. Julia mengatakan bahwa terdapat 18 phylabacteri yang menetap di 22 jenis permukaan kulit. Bakteri yang ada di ketiak manusia berasal dari phylum yang sejenis sehingga seringkali ditemukan aroma ketiak yang serupa pada banyak manusia.

Kulit manusia memiliki dua macam kelenjar yang menghasilkan keringat. Kelenjar pertama disebut kelenjar eccrine yang tersebar di hampir seluruh permukaan tubuh dan berjumlah sekitar 1.000 – 2.000 kelenjar untuk setiap inci kulit manusia, kelenjar ini berfungsi menurunkan temperatur tubuh pada kondisi panas atau usai beraktivitas. Kemudian kelenjar yang kedua adalah kelenjar apocrine yang terutama terdapat pada daerah perakaran rambut, kelenjar apocrine terkonsentrasi pada bagian-bagian tubuh seperti ketiak, lipatan paha, daerah kemaluan, sekitar puting susu, dan pada daerah kaki. Kelenjar yang dihasilkan oleh kelenjar apocrine lebih kental dan berminyak karena mengandung lemak dan protein.

Sebenarnya, keringat yang keluar melalui bagian-bagian tubuh tersebut tidaklah berbau, asalkan tidak dijahili oleh bakteri. Namun sayangnya, bakteri sangat menyukai material organik yang keluar bersamaan dengan keringat dari bagian-bagian tubuh tersebut. Bau badan muncul ketika terjadi kontak antara beberapa jenis bakteri di permukaan kulit dengan keringat yang keluar dari bagian tubuh. Bakteri tesebut kemudian menguraikan lemak dan protein dalam keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apocrine dan menghasilkan senyawa asam, senyawa asam inilah yang menyebabkan bau tidak sedap pada tubuh kita yang dalam kehidupan sehari-hari kita kenal dengan bau badan (BB). Sedikitnya terdapat 4 (empat) macam bakteri yang menyebabkan bau badan, keempat bakteri tersebut adalah coccus aerob, micrococus, proprioni bacteri dan dhyphteroid aerob. Bakteri-bakteri tersebutlah yang menguraikan ikatan lemak dan protein dalam keringat, dan menghasilkan senyawa asam hexanoid yang berbau.

Bagaimana mengatasi masalah bau badan??

Sebenarnya kunci utama dalam mengatasi masalah bau badan dan jauh dari bakteri penyebab bau ini adalah dengan membersihkan badan atau mandi secara teratur minimal 2x sehari. Sebaiknya hindari makanan olahan seperti minyak terhidrogenasi dan makanan olahan lainnya, lebih baik memakan makanan sehat yang mengandung banyak serat seperti sayuran berdaun hijau dan biji-bijian. Hindari dan kurangi pula makanan yang memicu keringat berlebih seperti makanan pedas dan panas serta gunakanlah pakaian berbahan katun yang dapat lebih banyak menyerap keringat sehingga tidak segera bercampur dengan bakteri yang menyebabkan bau badan.

Selain itu, mengatasi masalah bau badan secara alami juga tidak ada salahnya kita coba. Cara-cara tersebut antara lain :

  1. Minum segelas air putih di pagi hari ketika perut masih kosong.
  2. Gunakan baking soda pada ketiak dan kaki untuk mengurangi keringat. 
  3. Gunakan sari cuka apel yang dimasukkan ke dalam segelas air untuk membilas ketiak saat mandi.
  4. Minum rebusan daun sirih, satu gelas setiap hari atau 2 hari sekali.
  5. Makan daun kemangi minimal satu genggam per hari.
  6. Oleskan irisan mentimun setiap habis mandi di bagian ketiak dan bagian tubuh lain yang berbau.

Dalam mengatasi masalah bau badan, kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya sehingga setidaknya kita dapat dengan mudah mengatasinya ketika penyebabnya telah diketahui. Namun apabila bau badan masih setia menempel di tubuh kita, alangkah lebih baik jikalau kita segera mengunjungi dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Referensi :
http://forum.viva.co.id/kesehatan/330762-tips-dan-cara-menghilangkan-bau-badan-secara-alami.html

http://news.nationalgeographic.com/news/2009/05/090528-armpits-bacteria-rainforests.html 

http://id.wikipedia.org/wiki/Keringat

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1882722-keringat-dan-bau-badan/#ixzz2CesdGu4M